Kebijakan Pemerintah Terkait Kendaraan Emisi Rendah

Thursday, 3 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Newsline.id — Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong penggunaan kendaraan emisi rendah sebagai bagian dari komitmennya dalam mengurangi polusi udara dan menurunkan emisi karbon nasional. Insentif fiskal seperti pembebasan atau pengurangan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), diskon pajak, serta pembebasan biaya balik nama kendaraan listrik menjadi strategi utama untuk menjadikan kendaraan ramah lingkungan lebih terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan regulasi yang mensyaratkan produsen kendaraan untuk memasok persentase tertentu kendaraan listrik dan hybrid lokal ke pasar domestik. Kebijakan ini mendorong produsen otomotif global dan lokal untuk meningkatkan produksi serta berinvestasi dalam teknologi baterai dan pengisian daya.

Untuk mendukung infrastruktur kendaraan emisi rendah, pemerintah menggandeng BUMN dan pihak swasta dalam pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di berbagai titik strategis: pusat kota, rest area jalan tol, dan tempat umum lainnya. Hal ini merupakan langkah penting untuk menghilangkan kekhawatiran masyarakat tentang jarak tempuh dan ketersediaan pengisian daya.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pelatihan teknisi dan insinyur otomotif juga didorong lewat program vokasi dan sertifikasi terkait kendaraan listrik. Tujuannya adalah memastikan bahwa sistem pendukung seperti perawatan, perbaikan, dan layanan after-sales bisa berjalan dengan baik sehingga konsumen merasa aman dan nyaman dalam mengadopsi teknologi baru.

Secara jangka panjang, pemerintah juga mendorong penelitian dan pengembangan (R&D) dalam komponen kendaraan listrik, seperti baterai lokal berbasis lithium dan sistem manajemen baterai pintar. Tujuannya adalah menumbuhkan ekosistem otomotif berkelanjutan, mengurangi ketergantungan impor, serta mendukung penciptaan lapangan kerja di sektor manufaktur dan teknologi hijau.

Melalui kombinasi insentif fiskal, regulasi supply, pembangunan infrastruktur, pengembangan SDM, dan R&D, pemerintah berharap tren kendaraan emisi rendah bisa berkembang pesat. Namun, tantangan masih ada, seperti biaya infrastruktur yang tinggi, rendahnya minat konsumen terhadap harga awal yang masih premium, serta kesiapan industri lokal untuk berkompetisi di pasar global. (********)

Berita Terkait

Lapas Kendal Fasilitasi Peninjauan Ruang Sidang Daring Oleh PN Kendal
Diperiksa Belasan Jam Oleh KPK Kadisdikpora Pemalang Supaat Lolos Tidak Dibawa Ke Jakarta
Anggota DPR RI Rizal Bawazier : Pemalang, Pekalongan dan Batang Harus Bersih Dari Outlet Miras, Seperti Outlet HWG dan Lainnya
Transfoasi Warga Binaan Lapas Kendal Sukses Panen Raya Jagung
Tahun Ajaran Baru, Dindikpora Pemalang Tegaskan Larang Sekolah Jual Seragam
Dua Kali Setahun Warga Pemalang -Pekalongan Full Senyum Rizal Bawazier Rencanakan Pagelaran Wayang Kulit
Pentas Budaya dan Santunan Anak Yatim Bertabur Kuis Berhadiah Dari Anggota DPR -RI Rizal Bawazier
Penempatan Sel Razman di Lapas Cipinang Sesuai UU dan SOP
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 31 July 2026 - 16:03 WITA

Lapas Kendal Fasilitasi Peninjauan Ruang Sidang Daring Oleh PN Kendal

Friday, 31 July 2026 - 16:00 WITA

Diperiksa Belasan Jam Oleh KPK Kadisdikpora Pemalang Supaat Lolos Tidak Dibawa Ke Jakarta

Monday, 20 July 2026 - 07:02 WITA

Anggota DPR RI Rizal Bawazier : Pemalang, Pekalongan dan Batang Harus Bersih Dari Outlet Miras, Seperti Outlet HWG dan Lainnya

Sunday, 12 July 2026 - 16:19 WITA

Transfoasi Warga Binaan Lapas Kendal Sukses Panen Raya Jagung

Sunday, 12 July 2026 - 16:08 WITA

Tahun Ajaran Baru, Dindikpora Pemalang Tegaskan Larang Sekolah Jual Seragam

Berita Terbaru