Laris Manis di Tengah Terik, Es Dawet Ireng Jadi Penyelamat Dahaga Warga

Sunday, 28 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

NEWSLINE.ID, PEMALANG –
Mentari bersinar garang. Sengatan panasnya seolah menembus pori-pori dan membuat tenggorokan terasa kering. Namun, di pinggir Jalan Raya Pemalang -Purwokerto tepatnya di sekitar kawasan Taman patih sampun,cuaca terik justru membawa berkah tersendiri.

Puluhan warga terlihat rela berdesakan dan mengantre panjang demi menikmati semangkuk kesegaran legendaris: Es Dawet Ireng.

Gerobak sederhana milik Juki ( 50 ) tak pernah sepi dari kepungan pembeli sejak tengah hari. Di bawah atap gerobak birunya, tangannya dengan lincah meracik pesanan.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sendok demi sendok dawet hitam pekat, yang diwarnai secara alami dari abu merang atau jerami padi,diturunkan ke dalam mangkuk kaca.

“Panasnya luar biasa hari ini,dari siang antrean terus mengalir, kadang sampai kewalahan melayani pembeli yang datang silih berganti,” ujar Juki menyeka keringat di keningnya, pada Minggu ( 28/6 ).

Daya tarik kuliner khas Purworejo ini memang sulit ditolak. Guyuran kuah santan yang gurih berpadu sempurna dengan lelehan gula jawa cair yang legit. Belum lagi tambahan potongan buah nangka dan tape ketan yang memberikan sensasi rasa manis, asam, sekaligus segar.

Hanya dengan harga Rp Rp 7.000 per porsi, minuman ini menjadi oase instan di tengah gerahnya cuaca.

Salah satu pembeli, Sarah (28), mengaku sengaja menepikan kendaraannya khusus untuk berburu es dawet ireng.

“Cuaca lagi panas-panasnya, gerah banget. Pas banget lewat sini mampir beli dawet ireng. Sensasi kenyal dawetnya dicampur kuah santan dan gula aren nya itu lho, segar banget dan langsung bikin tenggorokan plong,” ungkapnya sambil menikmati suapan dawet.( Ragil).

Penulis : Ragil Surono

Sumber Berita: Juki penjual es dawet

Berita Terkait

Polemik Truk Tangki BPBD di Mereng, Kepala Pelaksana: Ini Murni Kegiatan Kemanusiaan Tidak Ada Kaitan Pilkades
Bikin Melongo! Pedagang Buah Melon -Semangka di Pinggir Sawah Comal Raup Omset Rp 15: Juta Dalam Sehari
Prihatin! Angka Kecelakaan di Jateng Naik 28 Persen Tercatat Dalam 9 Bulan Terakhir
Atap Rumah Warga Ambruk,Anggota DPRD Pemalang dr Irma Suryani Langsung Turun Tangan
Hakim Pengawasan PN Pemalang Gelar Pengawasan di Rutan Pemalang
Dari Kolam Menuju Kemandirian,Rutan Pemalang Laksanakan Penyortiran Ikan Lele Hasil Budidaya
Perkuat Pencegahan HIV/AIDS Rutan Pemalang Periksa Kesehatan 150 Warga Binaan
Berniat Mandi Seorang Pria Terpeleset dan Tenggelam di Sungai Comal Ditemukan Meninggal
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 29 October 2026 - 11:43 WITA

Polemik Truk Tangki BPBD di Mereng, Kepala Pelaksana: Ini Murni Kegiatan Kemanusiaan Tidak Ada Kaitan Pilkades

Monday, 26 October 2026 - 20:00 WITA

Bikin Melongo! Pedagang Buah Melon -Semangka di Pinggir Sawah Comal Raup Omset Rp 15: Juta Dalam Sehari

Wednesday, 21 October 2026 - 16:54 WITA

Atap Rumah Warga Ambruk,Anggota DPRD Pemalang dr Irma Suryani Langsung Turun Tangan

Monday, 19 October 2026 - 18:52 WITA

Hakim Pengawasan PN Pemalang Gelar Pengawasan di Rutan Pemalang

Wednesday, 14 October 2026 - 17:09 WITA

Dari Kolam Menuju Kemandirian,Rutan Pemalang Laksanakan Penyortiran Ikan Lele Hasil Budidaya

Berita Terbaru