Pedasnya Tahu Gejrot di Pemalang Hasilkan Cuan Jutaan Rupiah Perhari

Wednesday, 13 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

NEWSLINE.ID, PEMALANG – Kuliner tradisional Tahu Gejrot Cirebon memiliki sejarah panjang seperti makanan khas lainnya, makanan ini berasal dari Desa Jatiseeng, kecamatan Ciledug, kabupaten Cirebon, Jawa Barat , Kudapan dengan rasa pedas ini,muncul tidak lepas dari pabrik tahu milik keturunan Tionghoa di Jatiseeng .

Di Pemalang Jawa tengah, tepatnya di depan sebuah super market alun – alun, ada pedagang tahu gejrot yang seharinya bisa menghabiskan ribuan biji tahu-tahu kecil sebagai bahan makanan super pedas ini.

Ribuan tahu tersebut di kemas dalam basket ( keranjang plastik) dimana per wadah plastik itu berisi 300 san tahu .

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pardi ( 46;) pedagang tahu gejrot yang berasal dari Kersana, kabupaten Brebes ini sudah berdagang kuliner pedas ini selama belasan tahun di sekitar Alun -alun Pemalang,Mulai merintis dengan omzet kecil, hingga sekarang bisa meraih omzet jutaan dalam sehari.

Mulai membuka lapak dagangnya di sebelah timur pos polisi alun – alun, dari jam 11 siang hingga malam, bahkan tak jarang masih sore pun dagangnya sudah ludes di serbu para pelanggannya .

Dengan awal mulai berdagang untuk satu porsi tahu gejrot seharga 3 ribu hingga sekarang, untuk satu porsi di hargai sampai 12 ribu untuk tiap porsi .

Menurut pardi , bersamaan dengan kenaikan harga sayur mayur yang merangkak liar harganya seperti bawang merah, tomat, cabai dan sebagainya. Dirinya terpaksa menaikan harga untuk satu porsi penuh tahu gejrotnya seharga 12 ribu.

“Alhamdulillah mas, para pelanggan sudah tahu jika harga cabai sebagai bahan utama sambal tahu gejrot naik harganya, mereka tidak protes,untuk tahu kita habis 8 sampai 10 basket dimana perbasket berisi 300 tahu,” terangnya, pada Rabu ( 13/5 ).

Inneke ( 20 ) salah seorang pelanggannya mengatakan, jika tahu gejrot di sini berbeda dengan di tempat lain, rasa pedasnya cabai asli dan tidak terlalu lama pedas di mulut.

“Rasa pedasnya cabai asli jadi aman di perut, sudah lama sih beli tahu gejrot disini,” ujarnya singkat.

Saat harga kebutuhan pokok naik seperti saat ini, Pardi tetap berdagang seperti biasa, tidak mempengaruhi dagangnya, masih tetap jualan, bahkan cenderung naik omzetnya Jutaan rupiah dalam sehari . (Ragil )

Penulis : Ragil Surono

Sumber Berita: Liputan khusus kuliner khas

Berita Terkait

Jelang Pilkades Sungapan Suhu Politik Menghangat Waindun Serukan Pendukungnya Untuk Jaga Kerukunan Antar Warga
Sejumlah Warga Binaan Rutan Pemalang Ikuti KBM Kejar Paket Dengan Didampingi Peserta MagangHub Kemenaker
Perkuat Layanan Kebencanaan , BPBD Pemalang Gelar Konsultasi Publik dan Serap Aspirasi Masyarakat
BPBD Pemalang Imbau Warga Pakai Masker Terkait Dampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekedar Kumpul! Keluarga Besar SMPN 1 Petarukan Rajut Silaturahmi Kekompakan Makin Erat
Ringan Tangan Bantu Warga Berujung Waindun Didesak Maju Pilkades Sungapan
Dapur MBG Beji Dua Bantah Cemari Saluran Irigasi Lahan Petani,Limbah Disaring Terlebih Dahulu Sebelum Dibuang,
Bangun Desa Sewaka Bersama Risyanto Kerja Nyata Tanpa Ragu
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 15 September 2026 - 16:20 WITA

Jelang Pilkades Sungapan Suhu Politik Menghangat Waindun Serukan Pendukungnya Untuk Jaga Kerukunan Antar Warga

Tuesday, 8 September 2026 - 15:14 WITA

Perkuat Layanan Kebencanaan , BPBD Pemalang Gelar Konsultasi Publik dan Serap Aspirasi Masyarakat

Monday, 7 September 2026 - 21:00 WITA

BPBD Pemalang Imbau Warga Pakai Masker Terkait Dampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sunday, 6 September 2026 - 12:11 WITA

Bukan Sekedar Kumpul! Keluarga Besar SMPN 1 Petarukan Rajut Silaturahmi Kekompakan Makin Erat

Saturday, 5 September 2026 - 17:05 WITA

Ringan Tangan Bantu Warga Berujung Waindun Didesak Maju Pilkades Sungapan

Berita Terbaru