Wamensos : Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Bangun Gedung tapi Harapan

Sunday, 25 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto : istimewa

foto : istimewa

JAKARTA, newsline.id  –  Sekolah Rakyat sebagai gerakan strategis dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem dan mengubah pola pikir masyarakat penerima bantuan sosial menjadi sebuah harapan baru bagi bangsa Indonesia.

“Ini bukan sekadar bangun gedung sekolah. Ini membangun harapan. Waktu kita sosialisasi di Temanggung, seorang ibu sampai menangis di depan Pak Menteri Sosial. Bukan karena sekolahnya megah, tapi karena anaknya yang dulu putus sekolah sekarang punya harapan lagi,” ujar Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menghadiri kegiatan “Double Check PCO x Gempita” di Toety Heraty Museum, Jakarta, Sabtu (24/5/2025).

Dalam acara yang berfokus pada advokasi dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan seni dan budaya ini, Wamensos Agus Jabo menegaskan Kementerian Sosial saat ini memikul tiga tugas utama yang saling terkait.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang pertama, memastikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ini clear. Yang kedua, melaksanakan program-program Kemensos, dari perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, sampai pemberdayaan sosial. Dan yang ketiga, ini yang baru, membangun Sekolah Rakyat,” urainya.

Sekolah Rakyat sebagai bentuk respons langsung dari pemerintah terhadap kebutuhan mendesak masyarakat miskin dan miskin ekstrem terhadap akses pendidikan yang setara dan bermartabat perlu didukung dengan sejumlah data nasional yang valid.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang mewajibkan semua kementerian dan lembaga menyusun program berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).  Data ini menjadi peta jalan dalam intervensi kemiskinan, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat.

“Kita tahu sekarang ada sekitar 24 juta orang miskin, 3,17 juta di antaranya miskin ekstrem. Mayoritas dari mereka buruh tani di pedesaan, penghasilan cuma 1,5 sampai 2 juta sebulan, harus ngidupin 4-6 orang. Gimana mereka mau nyekolahin anak?,” tuturnya.

Untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari transformasi besar Kemensos dari program pasif ke arah pemberdayaan aktif.

“Sekolah Rakyat ini tidak bisa jalan sendiri. Harus ada kolaborasi dari semua pihak, baik pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dunia usaha, maupun masyarakat sipil. Tanpa itu, semangat pemberdayaan tidak akan tumbuh berkelanjutan,” jelas Wamensos Agus Jabo.

Ke depannya, program berbasis bantuan sosial sekaligus dapat membantu masyarakat keluar dari zona nyaman. “Saya tidak ingin bangsa ini mentalnya mental inlander. Kita bangsa besar. Harus berani bermimpi besar dan bangkit. Berdaya itu artinya produktif. Kalau dia mau kerja, kasih lapangan kerja. Mau usaha, kasih lapangan usaha,” tegas Wamensos Agus Jabo.

Wamensos juga mengingatkan soal prototipe keberhasilan program pemberdayaan Kemensos. “Waktu saya ke Malang, 500 keluarga kita wisuda, keluar dari program bantuan karena sudah mandiri. Ada satu ibu bilang ke saya, ‘Pak Wamen, saya nggak mau anak saya terus dicap keturunan orang miskin.’ Itu luar biasa. Itu semangat,” ujarnya.

Kemensos pun saat ini memanfaatkan aset-aset negara seperti sentra yang digunakan menjadi ruang belajar Sekolah Rakyat. Lantaran Presiden RI Prabowo Subianto meminta pada Juli 2025 minimal 100 Sekolah Rakyat sudah harus buka. Spesifikasi sekolahnya unggulan, bukan sekolah seadanya.

“Kita ingin anak-anak dari keluarga miskin ini punya rasa percaya diri. Mereka bukan beban negara. Mereka masa depan Indonesia,” kata Wamensos Agus Jabo.  (***)

sumber : kemensos RI

Berita Terkait

Bukan Sekedar Mengatur Lalulintas, Satlantas Polres Pemalang Tebar Kepedulian Lewat Bantuan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan
Rutan Pemalang Dapat Perhatian Pusat, Marsda ( Purn) Eding Sungkana Tinjau Layanan Fasilitas Hingga Program Pembinaan
Lanal Tegal Gelar Upacara Peringatan Hari Jadi Ke -81 TNI AL Tahun 2026
Ucapan Terimakasih Ribuan Warga Bojongbata Dapat Bantuan Beras di Tengah Lonjakan Harga
Bukan Main Meriahnya Lomba Estafet Obor Malam Hari di Comal, Dibuka Anggota DPR-RI Rizal Bawazier
Pipi Merah Putih dan Keringat Suci Kisah Bocil 6 tahun Rela Gosong Demi Meriahkan HUT RI ke 81
Malam Penuh Kehangatan,Pemkab Pemalang Gelar Malam Resepsi HUT RI Ke -81 Dengan Penuh Kebersamaan
Outlet Miras HWG di Pantura Comal Diduga Masih Buka Tersembunyi, Bikin Geram Masyarakat, Tokoh Agama dan Anggota DPR-RI Rizal Bawazier
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 14 September 2026 - 19:23 WITA

Bukan Sekedar Mengatur Lalulintas, Satlantas Polres Pemalang Tebar Kepedulian Lewat Bantuan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan

Friday, 11 September 2026 - 16:27 WITA

Rutan Pemalang Dapat Perhatian Pusat, Marsda ( Purn) Eding Sungkana Tinjau Layanan Fasilitas Hingga Program Pembinaan

Thursday, 10 September 2026 - 14:57 WITA

Lanal Tegal Gelar Upacara Peringatan Hari Jadi Ke -81 TNI AL Tahun 2026

Monday, 24 August 2026 - 10:35 WITA

Ucapan Terimakasih Ribuan Warga Bojongbata Dapat Bantuan Beras di Tengah Lonjakan Harga

Saturday, 22 August 2026 - 22:40 WITA

Bukan Main Meriahnya Lomba Estafet Obor Malam Hari di Comal, Dibuka Anggota DPR-RI Rizal Bawazier

Berita Terbaru