Anggota DPR -RI Rizal Bawazier Tepati Janjinya Untuk Dialog Dengan Warga,Terkait Kebijakan Pembatasan Truk Besar Melintas

Friday, 23 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

 

PEMALANG,Newsline.id- Bertempat di gedung DPRD Pemalang, Anggota komisi VI DPR -RI Rizal Bawazier adakan pertemuan dengan beberapa perwakilan pedagang makanan, tambal ban dan pengemudi terkait penolakan pembatasan truk besar atau sumbu 3 melintas di jalur Pantura Pemalang.

Pada mulanya mereka mengaku merasa kebijakan larangan truk besar melintas di jalur Pantura Pemalang akan berdampak pada kurangnya pendapatan para pedagang dan tambal ban.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi penolakan kebijakan tersebut, Anggota DPR RI Rizal Bawazier menjelaskan secara rinci mengenai kebijakan pembatasan truk besar.

RB Panggilan akrab Rizal Bawazier dihadapan puluhan warga yang berprofesi sebagai Supir truk,Tambal ban dan Pedagang makanan menyampaikan bahwa, Memang ada rencana nanti untuk lingkar luar dari Pekalongan ke batang untuk jalur kendaraan besar,cuma uangnya belum ada dikarenakan emergency anggaran

“Mungkin nanti kalau dua tahun lagi ada kebijakan dari Presiden Prabowo- Gibran, mengenai anggaran itu kita bisa laksanakan jadi proposal Kita bikin lingkar luar Pekalongan Batang, itu sudah ada tapi belum bisa karna anggarannya belum ada” Jelas RB, pada Jum,at ( 23/5 ).

RB menambahkan, Jika dari tahun ke tahun pihaknya sudah beberapa kali dengan diskusi dengan tokoh ulama sekaligus tokoh agama habib Luthfi, juga dengan beberapa tokoh masyarakat di Pekalongan sama Batang itu mereka merasa muak dengan banyaknya truk truk yang lewat pusat kota

“Jadi sebenarnya efeknya itu bukan ada di Pemalang tapi ada di kota Pekalongan dan Batang, karena pusat kotanya dilewati, kalau Pemalang ini tidak, lewatnya Pantura, jadi tidak
Efeknya, Imbasnya ada di pusat kota Pekalongan dan Batang,” Inbuh RB.

RB menjelaskan, Jika jalur pembatalan truk merupakan jalan nasional, Jadi wewenang ada DPR RI,

“Saya berinisiatif untuk ke kementerian perhubungan bagaimana solusinya supaya bisa mencegah banyaknya kemacetan kecelakaan, Anak anak di daerah Pekalongan sama Batang kemarin tanggal 21 mei ada lagi yang meninggal di jalur situ Nadia Rizki Amira , Korban sedang lewat di situ truk nerobos lampu merah naik motor jadi yang di sayangkan di sana kendaraan kendaraan bermotor, Jadi efek dari situ kita berdiskusi semua dengan tokoh-tokoh agama siapa yang berani, saya berani mengajukan ini walaupun ini jalan nasional karena efeknya sangat berat untuk di kota Pekalongan, Jadi jelas efek dari Kebijakan Pembatasan truk di Kota Batang dan Pekalongan bukan di Pemalang,” Tutur RB.

Rizal mengatakan jika Program Pembatasan ini akan tetap jalan karena lebih mementingkan sebagian besar ribuan masyarakat Pemalang, Pekalongan dan Batang.

” Silahkan saja untuk berdialog karena itu hak setiap warga, dan perlu kami sampaikan bahwa ,tidak semua truk dilarang melintas pada jalur Pantura terutama di Pemalang, Truk dengan plat nomor G ( Plat nomor wilayah eks karesidenan Pekalongan) dan Truk bukan plat G dengan tujuan/dari pengusaha Pemalang, Pekalongan Batang masih boleh lewat, malah ini yang sering berhenti di jalan raya Pantura jadi Tidak Ada Efek ke UMKM,”tutupnya.

Terpisah, Perwakilan warga Andi Rustono mengatakan bahwa beberapa perwakilan Sopir yang hadir dalam Diskusi ini setuju,akan tetapi mereka mengajukan beberapa persyaratan diantaranya ada beberapa jam operasional,

“15 orang supir sumbu tiga mereka oke setuju, akan tatapi dengan catatan ada jadwal jam, jangan 24 jam supaya dapat ekonominya,Di sini juga ada perwakilan tambal ban, bengkel dampaknya ke mereka juga,” katanya.

Acara dialog warga dengan Anggota DPR-RI Rizal Bawazier berlangsung dengan penuh keakraban ini dibuktikan dengan Foto bersama antara keduanya,,Audiensi atau Dialog digelar dengan tujuan untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci, mengenai kebijakan pembatasan truk besar, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog yang konstruktif dan menghasilkan solusi terbaik. ( Ragil)

Berita Terkait

Polemik Truk Tangki BPBD di Mereng, Kepala Pelaksana: Ini Murni Kegiatan Kemanusiaan Tidak Ada Kaitan Pilkades
Bikin Melongo! Pedagang Buah Melon -Semangka di Pinggir Sawah Comal Raup Omset Rp 15: Juta Dalam Sehari
Prihatin! Angka Kecelakaan di Jateng Naik 28 Persen Tercatat Dalam 9 Bulan Terakhir
Atap Rumah Warga Ambruk,Anggota DPRD Pemalang dr Irma Suryani Langsung Turun Tangan
Hakim Pengawasan PN Pemalang Gelar Pengawasan di Rutan Pemalang
Dari Kolam Menuju Kemandirian,Rutan Pemalang Laksanakan Penyortiran Ikan Lele Hasil Budidaya
Perkuat Pencegahan HIV/AIDS Rutan Pemalang Periksa Kesehatan 150 Warga Binaan
Berniat Mandi Seorang Pria Terpeleset dan Tenggelam di Sungai Comal Ditemukan Meninggal
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 29 October 2026 - 11:43 WITA

Polemik Truk Tangki BPBD di Mereng, Kepala Pelaksana: Ini Murni Kegiatan Kemanusiaan Tidak Ada Kaitan Pilkades

Monday, 26 October 2026 - 20:00 WITA

Bikin Melongo! Pedagang Buah Melon -Semangka di Pinggir Sawah Comal Raup Omset Rp 15: Juta Dalam Sehari

Wednesday, 21 October 2026 - 16:54 WITA

Atap Rumah Warga Ambruk,Anggota DPRD Pemalang dr Irma Suryani Langsung Turun Tangan

Monday, 19 October 2026 - 18:52 WITA

Hakim Pengawasan PN Pemalang Gelar Pengawasan di Rutan Pemalang

Wednesday, 14 October 2026 - 17:09 WITA

Dari Kolam Menuju Kemandirian,Rutan Pemalang Laksanakan Penyortiran Ikan Lele Hasil Budidaya

Berita Terbaru