Prihatin! Angka Kecelakaan di Jateng Naik 28 Persen Tercatat Dalam 9 Bulan Terakhir

Monday, 26 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

NEWSLINE.ID,JAWA TENGAH – Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Tengah mengalami kenaikan hingga 28 persen. Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng, tercatat sebanyak 6.935 kejadian kecelakaan selama periode Januari hingga September 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius kepolisian. Operasi Patuh Candi 2026 pun digelar selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Pelaksanaan operasi ditandai dengan apel gelar pasukan di halaman Mapolres Pemalang, Senin (26/10) ,Apel dipimpin Kapolres Pemalang AKBP Anggaito Hadi Prabowo sebagai bentuk kesiapan personel dalam mendukung pelaksanaan operasi di wilayah hukum Polda Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Kapolres Pemalang menegaskan bahwa perkembangan transportasi yang semakin modern dan memasuki era digital harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran serta kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
Menurutnya, keselamatan berkendara membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari kepolisian, instansi terkait hingga masyarakat sebagai pengguna jalan.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada saat ini perkembangan transportasi telah memasuki era digital dan modern. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dan sinergi Polri bersama seluruh pemangku kepentingan, khususnya polisi lalu lintas, agar mampu mengantisipasi berbagai dampak yang timbul dari modernisasi transportasi,” ujar Kapolres, pada senin ( 26/10 ).

Kenaikan angka kecelakaan hingga 28 persen menjadi salah satu alasan pentingnya pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026. Kepolisian menilai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan perlu mendapatkan penanganan secara tegas dan terukur.

Penindakan tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelanggar sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Operasi ini dilaksanakan oleh jajaran Polda Jawa Tengah, Polres, dan Polrestabes bersama instansi terkait di seluruh wilayah hukum Polda Jateng.

Melalui operasi tersebut, petugas akan mendorong peningkatan kepatuhan pengguna jalan terhadap peraturan lalu lintas. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi pelanggaran, menekan risiko kecelakaan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan merupakan kebutuhan bersama.

Seiring pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan keselamatan saat berkendara, baik ketika menempuh perjalanan dekat maupun perjalanan jarak jauh.
Pengendara sepeda motor diharapkan selalu menggunakan helm berstandar SNI, sedangkan pengemudi mobil wajib mengenakan sabuk pengaman. Pengguna jalan juga diminta mematuhi rambu dan marka jalan, melengkapi surat-surat kendaraan, serta memastikan kondisi kendaraan layak digunakan.

Selain itu, pengendara diingatkan agar tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, tidak melawan arus, tidak berkendara melebihi batas kecepatan, serta tidak memaksakan diri ketika mengantuk atau kelelahan.

Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar untuk menghindari sanksi petugas, melainkan untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Kesadaran tersebut penting karena kelalaian sekecil apa pun di jalan raya dapat berakibat fatal, bahkan mengancam keselamatan jiwa.

Kapolres Pemalang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Patuh Candi 2026.

Ia berharap sinergi antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pelaksanaan operasi berjalan optimal.
Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kepolisian berharap angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas dapat ditekan, sekaligus mendorong terciptanya kondisi lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan di seluruh wilayah Jawa Tengah.( Ragil).

Penulis : Ragil Surono

Sumber Berita: Polres Pemalang

Berita Terkait

Polemik Truk Tangki BPBD di Mereng, Kepala Pelaksana: Ini Murni Kegiatan Kemanusiaan Tidak Ada Kaitan Pilkades
Bikin Melongo! Pedagang Buah Melon -Semangka di Pinggir Sawah Comal Raup Omset Rp 15: Juta Dalam Sehari
Atap Rumah Warga Ambruk,Anggota DPRD Pemalang dr Irma Suryani Langsung Turun Tangan
Hakim Pengawasan PN Pemalang Gelar Pengawasan di Rutan Pemalang
Dari Kolam Menuju Kemandirian,Rutan Pemalang Laksanakan Penyortiran Ikan Lele Hasil Budidaya
Perkuat Pencegahan HIV/AIDS Rutan Pemalang Periksa Kesehatan 150 Warga Binaan
Berniat Mandi Seorang Pria Terpeleset dan Tenggelam di Sungai Comal Ditemukan Meninggal
Tangis Haru Cami Pecah ! Janda Berusia 85 Tahun Tak Menyangka Rumahnya Diperbaiki Risyanto Calon Kades Sewaka
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 29 October 2026 - 11:43 WITA

Polemik Truk Tangki BPBD di Mereng, Kepala Pelaksana: Ini Murni Kegiatan Kemanusiaan Tidak Ada Kaitan Pilkades

Monday, 26 October 2026 - 20:00 WITA

Bikin Melongo! Pedagang Buah Melon -Semangka di Pinggir Sawah Comal Raup Omset Rp 15: Juta Dalam Sehari

Wednesday, 21 October 2026 - 16:54 WITA

Atap Rumah Warga Ambruk,Anggota DPRD Pemalang dr Irma Suryani Langsung Turun Tangan

Monday, 19 October 2026 - 18:52 WITA

Hakim Pengawasan PN Pemalang Gelar Pengawasan di Rutan Pemalang

Wednesday, 14 October 2026 - 17:09 WITA

Dari Kolam Menuju Kemandirian,Rutan Pemalang Laksanakan Penyortiran Ikan Lele Hasil Budidaya

Berita Terbaru