Bak Cendawan di Musim Hujan, 8 PSK Kembali Kena Razia Satpol PP Pemalang

Wednesday, 8 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Newsline.id, Pemalang – Seperti Cendawan tumbuh di musim hujan, setelah beberapa hari lalu 5 PSK yang mangkal di lokalisasi Calam kena razia, kembali Petugas Satuan polisi pamong praja berhasil mengangkut 8 PSK dan 2 lelaki ditempat yang sama, bahkan Operasi kali ini petugas juga menemukan barang bukti berupa pelumas , pil KB dan alat kontrasepsi ditemukan di dalam sekat -sekat kamar bercinta di komplek lokalisasi setempat.

Kasatpol PP Pemalang Ahmad Hidayat, ketika dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya pada Rabu ( 8/10 ) membenarkan razia yang dilakukan oleh anggotanya pada selasa ( 7/10 ) kemarim,

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Iya benar, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami secara berkelanjutan dalam penegakan perda , memelihara serta menjaga ketentraman ketertiban umum di wilayah Kabupaten Pemalang,” terang Hidayat.

Dirinya menambahkan, peran Masyarakat sangat diperlukan guna terwujudnya ketertiban dan ketentraman,

“Kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar turut serta menjaga lingkungannya , karena tanggung jawab ketentraman dan ketertiban umum, tidak hanya milik aparat pemerintah saja , tetapi juga milik kita bersama,” tambah Hidayat.

Pelaksanaan patroli razia penyakit Masyarakat ini merupakan langkah Penegakan Perda Kabupaten Pemalang No 12 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Pelacuran di Kabupaten Pemalang

Untuk hasil razia,yaitu 8 Perempuan (PSK) di bawa ke Dinsos KBPP guna dilakukan Assesment, langkah selanjutnya di bawa ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta, Jawa Tengah.

Razia penyakit Masyarakat merupakan bagian dari penegakan Perda berisi tentang penanggulangan prostitusi dan pengawasan peredaran minuman beralkohol.

Penindakan di lapangan merupakan langkah awal dan tidak cukup apabila tidak disertai strategi terpadu.

Untuk menutup lokasi-lokasi praktik maksiat secara permanen, Diperlukan koordinasi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, aparat penegak hukum, hingga program sosial ekonomi bagi mereka yang terdampak.

Beberapa tahapan , seperti penegakan regulasi, sosialisasi kepada masyarakat dan PSK, pemberdayaan ekonomi, rehabilitasi, serta pengawasan berkelanjutan.

Operasi di lokalisasi pinggir jalan itu bukan yang pertama; namun efektivitasnya kerap terhambat oleh masalah intelijen lapangan dan lemahnya koordinasi antar lembaga ( Ragil)

Penulis : Ragil Surono

Berita Terkait

Bahaya Kabel WiFi Semrawut Ancan Keselamatan Warga,Satpol PP Pemalang Ambil Tindakan Tegas
Kadis Dindikpora Pemalang Stop Kegiatan Study Tour Siswa Sekolah,Cuaca Ekstrim Jadi Salah Satu Alasannya
Pegawai dan Peserta Magang Rutan Pemalang Ikuti Giat Donor Darah, Wujud Nyata Peduli Sosial
Tumbuhkan Rasa Nasionalisme Kepada Sisws Sekolah,TNI AL Berikan Materi Pada Giat LDKS
Karutan Pemalang Sematkan Kenaikan Pangkat 7 Pegawai
Tertibkan PKL Satpol PP Pemalang Temukan Puluhan Botol Miras
Bangkitkan Ekonomi Indonesia,RAT Koperasi Merah Putih kelurahan Bojongbata Digelar
Ribuan Warga Bojongbata Pemalang Sumringah Dapat Bantuan Pangan Pasca Lebaran
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 17 April 2026 - 20:12 WITA

Bahaya Kabel WiFi Semrawut Ancan Keselamatan Warga,Satpol PP Pemalang Ambil Tindakan Tegas

Wednesday, 15 April 2026 - 13:50 WITA

Kadis Dindikpora Pemalang Stop Kegiatan Study Tour Siswa Sekolah,Cuaca Ekstrim Jadi Salah Satu Alasannya

Wednesday, 15 April 2026 - 13:46 WITA

Pegawai dan Peserta Magang Rutan Pemalang Ikuti Giat Donor Darah, Wujud Nyata Peduli Sosial

Wednesday, 8 April 2026 - 20:04 WITA

Karutan Pemalang Sematkan Kenaikan Pangkat 7 Pegawai

Wednesday, 8 April 2026 - 19:59 WITA

Tertibkan PKL Satpol PP Pemalang Temukan Puluhan Botol Miras

Berita Terbaru