Jangan Pernah Ciptakan Bom Waktu Untuk Anak -anak Dengan Mencaci Maki Mereka

Wednesday, 4 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG,Newsline.id- Banyak orangtua memaksakan anak sesuai dengan keinginanya, baik dalam hal makanan, pendidikan, kesehatan maupun keinginan serta cita -cita yang dipaksakan, terlebih seperti yang sedang terjadi saat ini Pasca kelulusan sekolah’ baik SD,SMP maupun SMA, ada banyak orangtua yang memaksakan hasratnya memasukan anaknya ke sekolah yang menjadi pilihan Bapak- Ibunya dengan beberapa alasan diantaranya sekolah favorit tanpa mengenal Definisi apa itu makna dibalik kata Favorit.

Menurut pakar pendidikan dari Universitas Pancasakti Tegal Unggul Sugiharto.Msi, pencapaian prestasi
Anak tidak tumbuh dari pujian semata, apalagi dari tekanan untuk selalu sempurna. Ia tumbuh dari rasa aman, dari pelukan yang mengatakan bahwa kamu sangat berharga, bahkan saat ia gagal atau melakukan kesalahan.

” Nilai akademik memang penting, tapi bukan satu-satunya ukuran kebahagiaan atau keberhasilan seorang anak,” Ungkap Unggul, pada Rabu ( 4/6 ).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirinya menambahkan, Bahwa penerimaan tanpa syarat adalah fondasi utama bagi anak untuk mengenal dirinya sendiri tanpa takut dihakimi. Anak yang merasa dicintai apa adanya akan lebih percaya diri untuk belajar, berproses, dan mencoba lagi setelah jatuh. Ia tahu bahwa ia tidak harus menjadi *Hebat* dulu agar layak dicintai, sebab cinta itu sudah ada lebih dulu.

Kebahagiaan masa kecil bukan datang dari lembar rapor Akademik, tapi dari tawa yang jujur, dari waktu yang dibagi dengan tulus, dari pandangan yang mengatakan, *Aku ada di sini untukmu* Anak yang tumbuh dalam penerimaan akan menjadi manusia dewasa yang tak mudah runtuh oleh penolakan.

Biarkan anak berkreasi, bertamasya pada ruang lingkup imajinasi mereka, toh ketika orangtua mau merenung sejenak, bukankah pesan religi yang sudah lama kita pahami, tentang jodoh, rejeki dan mati ada di Naskah Sang Ilahii? terkadang kita terlalu memperkosa ketentuan yang Maha Kuasa, sehingga kita akhirnya merelease tahap demi tahap kehidupan kita sendiri dan Anak -anak. ( Ragil).

Berita Terkait

“Cek Sekarang! Pengumuman Administrasi Beasiswa Unggulan Sudah Keluar”
Tak Hanya Bangunan, Revitalisasi SLBN Slawi Bawa Berkah Ekonomi bagi Warga”
Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu bagi Semua
Sri Mulyani, Guru, dan Isu “Beban Negara”: Hoaks yang Bikin Heboh
Kurikulum Cinta, Principle of Identity, dan Ukhuwah Makhlukiyah
Bicara Sekolah Rakyat, Mensesneg: Makna Kemerdekaan Hakiki
Buka Pojok Baca Nahdliyin, Menag: Literasi Adalah Kekuatan Bangsa
Pendidikan: Antara Pendekatan Ala Barak Militer dan “Kurikulum Cinta”
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 26 August 2025 - 17:42 WITA

“Cek Sekarang! Pengumuman Administrasi Beasiswa Unggulan Sudah Keluar”

Wednesday, 20 August 2025 - 21:46 WITA

Tak Hanya Bangunan, Revitalisasi SLBN Slawi Bawa Berkah Ekonomi bagi Warga”

Wednesday, 20 August 2025 - 21:13 WITA

Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu bagi Semua

Tuesday, 19 August 2025 - 23:13 WITA

Sri Mulyani, Guru, dan Isu “Beban Negara”: Hoaks yang Bikin Heboh

Thursday, 7 August 2025 - 21:07 WITA

Kurikulum Cinta, Principle of Identity, dan Ukhuwah Makhlukiyah

Berita Terbaru