Bicara Sekolah Rakyat, Mensesneg: Makna Kemerdekaan Hakiki

Wednesday, 6 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicara Sekolah Rakyat, Mensesneg: Makna Kemerdekaan Hakiki

Bicara Sekolah Rakyat, Mensesneg: Makna Kemerdekaan Hakiki

Newsline.id — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa penyelenggaraan sekolah rakyat adalah upaya pemerintah dalam memperjuangkan hak anak-anak Indonesia, khususnya dari keluarga kurang mampu, untuk memperoleh pendidikan yang layak sehingga akan dapat memutus mata rantai kemiskinan.

“Bagi saya itulah makna kemerdekaan yang hakiki. Kita semua sadar bahwa pendidikan salah satu cara untuk kita keluar dari kemiskinan yang membelenggu kita,” ujar Mensesneg dalam pernyataannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (05/08/2025).

Mensesneg mengaku, program sekolah rakyat sangat menyentuh sisi emosionalnya, mengingat dengan keberadaan sekolah rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk mengeyam pendidikan dapat menempuh pendidikan di sekolah gratis berasrama ini.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya kalau ngomong sekolah rakyat memang agak-agak (emosional) karena banyak adik-adik kita yang selama ini tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan akhirnya sekarang bisa mendapatkan pendidikan, dan kita berharap masa depannya lebih baik, mengangkat harkat martabat keluarganya,” kata Prasetyo.

Sekolah rakyat resmi beroperasi pada awal tahun ajaran 2025/2026. Dari data Kementerian Sosial, saat ini terdapat sebanyak 100 sekolah rakyat yang telah beroperasi dan 59 lainnya akan segera beroperasi pada bulan September 2025. Mensesneg mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan jajaran terkait untuk bekerja optimal demi keberhasilan program sekolah rakyat.

“Bapak Presiden mendorong kami untuk bekerja secepat-cepatnya, karena ya itu sebuah kebanggaan bagi kita sebagai anak bangsa. Jadi di usia kemerdekaan yang ke-80, meskipun hanya satu, kita bisa memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita untuk mendapatkan akses pendidikan dan masa depan yang jauh lebih baik, itu sangat-sangatlah mulia,” pungkas Mensesneg. (*)

Sumber : Kementerian Sekretariat Negara

Berita Terkait

Dirtek Informasi dan Kerjasama Pemasyarakatan Berikan Penguatan Jajaran di Rutan Pemalang
Akar Radikalisme dan Motif Tindak Pidana Terorisme Dibahas Dalam Rakornas BNPT Dihadiri Lapas Kendal
Santri Warga Binaan Rutan kelas 1 Jakpus Semarakan Hari Santri Nasional Dengan Nasyid dan Komedi Religi
Tegas! Dindikpora Pemalang Evaluasi Sistem Pengawasan Sekolah
Tak Tinggal Diam ! SMPN 1 Petarukan Gandeng PPA Dinsos Perkuat Gerakan Sekolah Anti Bullyng
Jajang Rahmat Solihin Deklarasikan Kesiapan Maju Ketum DPP PPN 2026-2031, “Bawa Kembali PPN Untuk Anggota”
Kasus MHA Guncang Nasional, Anggota DPR -RI Rizal Bawazier Turun Suara : Perlindungan Anak Jangan Main main
Bukan Sekedar Mengatur Lalulintas, Satlantas Polres Pemalang Tebar Kepedulian Lewat Bantuan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 31 October 2026 - 12:00 WITA

Dirtek Informasi dan Kerjasama Pemasyarakatan Berikan Penguatan Jajaran di Rutan Pemalang

Tuesday, 27 October 2026 - 13:15 WITA

Akar Radikalisme dan Motif Tindak Pidana Terorisme Dibahas Dalam Rakornas BNPT Dihadiri Lapas Kendal

Thursday, 22 October 2026 - 13:57 WITA

Santri Warga Binaan Rutan kelas 1 Jakpus Semarakan Hari Santri Nasional Dengan Nasyid dan Komedi Religi

Thursday, 8 October 2026 - 20:49 WITA

Tegas! Dindikpora Pemalang Evaluasi Sistem Pengawasan Sekolah

Thursday, 8 October 2026 - 11:31 WITA

Tak Tinggal Diam ! SMPN 1 Petarukan Gandeng PPA Dinsos Perkuat Gerakan Sekolah Anti Bullyng

Berita Terbaru