Pemalang,Newsline.id-
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi layanan pemasyarakatan yang bermartabat dan berorientasi pada pemulihan sosial. Hal ini disampaikan Wachid usai mengikuti kegiatan penguatan teknis bersama jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Minggu (3/8), sebagai bagian dari persiapan menuju Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pemasyarakatan Tahun 2025.
Dalam pernyataannya, Wachid menyampaikan bahwa Lapas Cipinang telah mengimplementasikan sejumlah inovasi berbasis digital, seperti LATUCIP-GO dan SIPETA, sebagai wujud nyata penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di bidang pemasyarakatan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Lapas bukan sekadar tempat pelaksanaan pidana, tetapi ruang pembinaan, pemulihan sosial, dan pelayanan publik yang bermartabat. Rakernis ini menjadi forum strategis untuk berbagi semangat perubahan dan menyatukan langkah menuju pemasyarakatan yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Wachid.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Wachid, Lapas Cipinang siap mendukung seluruh arah kebijakan pemasyarakatan nasional dengan menitikberatkan pada tiga pilar utama: penguatan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pengawasan berbasis integritas, dan digitalisasi layanan publik. Ia juga menyatakan optimisme bahwa Rakernis 2025 akan menjadi momentum konsolidasi yang memperkuat peran lapas sebagai bagian dari sistem peradilan pidana yang adil, humanis, dan produktif.
Kegiatan penguatan teknis tersebut dihadiri seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan, dan dibuka oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang dalam arahannya menekankan pentingnya transformasi kelembagaan berbasis Asta Cita Presiden serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Dirjenpas mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan Rakernis sebagai tonggak perubahan, dengan tema “Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat.”
Rakernis Pemasyarakatan 2025 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari di Jakarta, diisi dengan sesi presentasi, diskusi, dan pemantapan strategi bersama seluruh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kepala UPT, serta jajaran pejabat struktural Ditjenpas.( Ragil).









