Jakarta,Newsline.id- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan kemandirian Warga Binaan lewat partisipasi dalam kegiatan Kick Off Laut Sehat Bebas Sampah (Sebasah) dan Groundbreaking Kawasan Mangrove Nasional, Rabu (6/8) di Jakarta. Acara yang diinisiasi oleh SERUNI (Solidaritas Perempuan untuk Indonesia) Kabinet Merah Putih ini mengusung semangat pelestarian lingkungan dan pemberdayaan komunitas.
Dalam kegiatan tersebut, Lapas Cipinang memamerkan aneka produk hasil karya Warga Binaan, mulai dari batik tulis dan cap, tas rajut, kerajinan daur ulang, hingga miniatur kapal pinisi yang dibuat dengan presisi dan nilai seni tinggi. Karya-karya tersebut merupakan hasil program pembinaan keterampilan di dalam lapas yang berkelanjutan, sebagai bagian dari proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa partisipasi ini bukan sekadar kegiatan pameran, tetapi wujud konkret pembinaan yang memberdayakan. “Kami ingin membuktikan bahwa di balik tembok lapas, ada proses perubahan yang berjalan. Karya Warga Binaan ini adalah simbol harapan, bahwa mereka bisa kembali menjadi bagian masyarakat yang produktif dan positif,” tegasnya.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Yopi Febrianda, menambahkan bahwa setiap produk yang dipamerkan adalah hasil pelatihan intensif yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis.
“Kami fokus pada pembinaan berbasis ekonomi kreatif. Produk ini bukan hanya untuk dipamerkan, tapi juga menjadi bekal konkret saat mereka bebas nanti. Ini bagian dari upaya kami mendukung pemulihan sosial berbasis keterampilan,” jelas Yopi.
Booth Lapas Cipinang mendapat sambutan hangat dari pengunjung. Indah Dewi, salah satu pengunjung, mengaku kagum melihat karya Warga Binaan. “Saya tidak menyangka hasil karyanya sebagus ini. Kualitasnya layak jual. Salut untuk para Warga Binaan dan pembinanya,” ucapnya, yang tertarik melihat tas rajut dari bahan daur ulang.
Kehadiran Lapas Cipinang dalam kegiatan ini juga mendukung implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya dalam aspek penguatan dan peningkatan pemberdayaan Warga Binaan untuk menghasilkan produk UMKM.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan, Lapas Cipinang menegaskan diri sebagai institusi pemasyarakatan yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada pemulihan sosial, sejalan dengan nilai PRIMA: Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel. Komitmen ini menjadi bagian dari visi besar Pelayanan Pemasyarakatan Luar Biasa yang PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat. ( Ragil).









