Kalimantan Timur, Newsline.id – Congress of Indonesian Diaspora (CID) ke-8 resmi dibuka pada Sabtu (03/08) dan berlangsung hingga Minggu (04/08) di Ibu Kota Nusantara (IKN). Acara yang diselenggarakan oleh Indonesian Diaspora Network (IDN) Global ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran diaspora Indonesia dalam mendukung pembangunan nasional, memperluas jejaring global, serta memperkenalkan IKN sebagai simbol transformasi dan masa depan Indonesia.
Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, dalam Pidato Kunci pada pembukaan Kongres, telah mengajak diaspora Indonesia untuk terus mencari dan menentukan arah baru dalam berkontribusi bagi negeri. “Diaspora harus menjadi mitra aktif dalam pembangunan dan menjadikan IKN sebagai destinasi ekonomi, budaya, dan investasi internasional,” ujar Wamenlu Anis Matta dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Wamenlu Anis Matta menegaskan bahwa diaspora memiliki peran strategis dalam membentuk narasi global mengenai transformasi Indonesia melalui Ibu Kota Nusantara. Ia menekankan pentingnya membangun persepsi bersama secara bertahap melalui kekuatan diaspora. “Melalui diaspora, kita dapat menyampaikan satu pesan kuat kepada dunia — kalau ada kata bijak ada seribu jalan menuju Roma, maka ada pula seribu jalan menuju IKN,” tambahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di depan peserta Kongres, Wamenlu Anis Matta menyampaikan pula sejumlah update dari Kementerian Luar Negeri terkait diaspora, salah satunya adalah pembentukan unit eselon II baru yaitu Direktorat Urusan Diaspora di Kementerian Luar Negeri yang akan khusus menangani urusan diaspora.
Wamenlu Anis Matta juga menginformasikan kepada peserta mengenai rencana kegiatan besar Kementerian Luar Negeri yaitu Festival Film Indonesia dan Dunia Islam yang dijadwalkan digelar pada September 2025 di Jakarta.
Wamenlu Anis Matta menutup kunjungan kerjanya di IKN dengan melakukan penanaman pohon bersama Kepala Otorita IKN Bapak Basuki Hadimuljono, sebagai wujud kontribusi bagi upaya penurunan emisi gas rumah kaca.
CID ke-8 yang mengusung tema “Mewujudkan IKN Menjadi Kota Dunia untuk Semua”, diikuti oleh tidak kurang dari 200 peserta diaspora Indonesia dari berbagai belahan dunia. Rangkaian kegiatan CID ke-8 diantaranya meliputi diskusi panel, workshop, bazaar nusantara, dan fashion show. Direktur Diplomasi Publik dan Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri turut menjadi panelis dalam sesi diskusi panel pada 1 Agustus dan 2 Agustus 2025.(**)
Sumber: Kementerian Luar Negeri RI









