NEWSLINE.ID, PEMALANG – Dari air yang tenang, tumbuh kehidupan. Dari kehidupan yang dirawat dengan ketekunan, lahir sebuah harapan. Semangat tersebut tergambar dalam pelaksanaan program pembinaan kemandirian Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang melalui kegiatan budidaya ikan lele yang melibatkan warga binaan secara langsung.
Di tengah keterbatasan ruang, warga binaan diajak melihat bahwa selalu ada peluang untuk tumbuh dan berkarya. Kolam-kolam budidaya menjadi ruang pembelajaran yang tidak sekadar menghadirkan ikan sebagai hasil, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya keterampilan, kedisiplinan, kesabaran, dan rasa tanggung jawab.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlibat dalam berbagai tahapan budidaya ikan lele, mulai dari persiapan kolam, pemeliharaan, pemberian pakan, pemantauan kondisi ikan, hingga menjaga kebersihan lingkungan kolam. Setiap tahapan dilakukan dengan pendampingan petugas sebagai bagian dari proses pembelajaran yang terarah dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi warga binaan, budidaya lele bukan sekadar aktivitas mengisi waktu. Setiap kali pakan ditebar, setiap kali kolam dibersihkan, dan setiap kali pertumbuhan ikan dipantau, terdapat pelajaran tentang bagaimana sebuah hasil tidak pernah hadir dalam sekejap. Ada proses yang harus dijalani, ada kesabaran yang harus dipelihara, dan ada tanggung jawab yang harus ditunaikan.
Pelaksana Pembinaan Kemandirian Rutan Pemalang, Faizal Adi Setyawan, menyampaikan bahwa kegiatan budidaya ikan lele menjadi salah satu sarana bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membangun karakter positif.
“Budidaya ikan lele mengajarkan warga binaan bahwa setiap proses membutuhkan perhatian, kesabaran, dan tanggung jawab. Ikan yang tumbuh dengan baik merupakan hasil dari proses yang dilakukan secara konsisten. Harapannya, nilai-nilai tersebut juga dapat diterapkan dalam kehidupan mereka ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Faizal,pada Sabtu ( 26/9).
Dari kolam sederhana, warga binaan belajar memahami bahwa kehidupan memiliki siklus yang harus dijaga. Ikan membutuhkan pakan, air yang terpelihara, dan lingkungan yang baik untuk tumbuh. Begitu pula manusia, membutuhkan kesempatan, bimbingan, dan kemauan untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk mengenal proses budidaya ikan secara langsung. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi keterampilan praktis yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan sebagai salah satu bekal setelah mereka menyelesaikan masa pidana dan kembali ke lingkungan masyarakat.
Setiap aktivitas dilakukan secara terarah dengan pendampingan petugas. Warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung sehingga proses pembinaan tidak berhenti pada teori, melainkan diwujudkan dalam kegiatan nyata yang produktif.
Faizal menambahkan bahwa keberhasilan pembinaan tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak ikan yang dapat dipanen, melainkan dari seberapa besar proses tersebut mampu menumbuhkan perubahan dalam diri warga binaan.
“Yang kami rawat bukan hanya ikan di dalam kolam, tetapi juga semangat untuk berubah dalam diri warga binaan. Dari air yang sederhana, kami berharap lahir keterampilan. Dari kegiatan yang sederhana, kami berharap tumbuh kemandirian. Dan dari setiap proses yang dijalani, semoga tumbuh keyakinan bahwa selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik,” tambahnya.
Program budidaya ikan lele menjadi salah satu wujud pembinaan kemandirian Rutan Pemalang dalam memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan keterampilan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal positif ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Sebab, terkadang harapan tidak tumbuh dari sesuatu yang besar. Ia dapat bermula dari kolam kecil, dari tangan yang tekun menebar pakan, dari kesabaran menunggu pertumbuhan, dan dari keyakinan bahwa setiap usaha akan menemukan hasilnya.
Dari air yang tenang, kehidupan bergerak. Dari ikan yang tumbuh, keterampilan berkembang. Dari tangan-tangan yang merawat, kemandirian mulai terbentuk. Dan dari sebuah kolam sederhana, Rutan Pemalang menanam harapan agar kelak warga binaan mampu berenang lebih jauh dalam kehidupan, dengan bekal keterampilan, ketekunan, dan keyakinan untuk menata masa depan.( Ragil).
Penulis : Ragil Surono
Sumber Berita: https://Rutan%20Pemalang%20








